Anda mungkin pernah melihatnya – akar wortel yang bengkok dan bercabang dua, bermutasi dan berubah bentuk. Meskipun dapat dimakan, wortel ini tidak memiliki daya tarik seperti wortel yang ditanam dengan baik dan tampak agak asing. Hal ini disebabkan oleh tanah yang tidak cocok untuk wortel.
Bahkan sebelum Anda berpikir untuk menabur benih kecil, Anda perlu mengetahui cara memperbaiki tanah dan menghindari akar yang kerdil dan cacat . Menanam wortel yang sehat membutuhkan tanah yang gembur dan pasokan bahan organik yang banyak.
Profil singkat tentang tanah wortel akan memberi Anda pengetahuan yang dibutuhkan untuk menghasilkan panen sayuran yang lurus dan sempurna, cocok untuk camilan segar dan sejumlah aplikasi resep lainnya.
Tanah Terbaik untuk Wortel
Tanaman umbi-umbian, seperti wortel, paling baik ditanam langsung ke persemaian yang sudah disiapkan di luar ruangan. Suhu yang mendukung perkecambahan adalah antara 60 dan 65 derajat F. (16-18 C). Tanah yang optimal untuk wortel adalah tanah yang gembur, bebas dari serpihan dan gumpalan, serta lempung atau berpasir.
Tanam benih di awal musim semi untuk menghindari panasnya musim panas, yang akan membuat akar menjadi keras dan pahit. Persiapkan persemaian Anda segera setelah tanah cukup lunak untuk ditanami, dengan mengolah dan menambahkan bahan organik.
Anda juga harus memeriksa drainase. Wortel yang ditanam di tempat yang tanahnya terlalu basah akan menghasilkan akar berbulu kecil yang merusak tekstur tanaman secara keseluruhan.
Tanah yang moderat, tidak terlalu asam atau terlalu basa dan dengan pH antara 5,8 dan 6,5, memberikan kondisi terbaik untuk menanam wortel yang sehat.
Cara memperbaiki lantai Anda
Periksa pH tanah Anda untuk membuat profil tanah yang baik untuk wortel. Wortel tidak dapat berproduksi dengan baik bila tanah bersifat asam. Jika Anda perlu melunakkan tanah, lakukan pada musim gugur sebelum tanam. Kapur kebun adalah metode umum untuk mengubah pH ke tingkat yang lebih basa. Ikuti dengan cermat jumlah yang digunakan pada tas.
Gunakan anakan atau garpu taman dan gemburkan tanah hingga kedalaman minimal 20 cm. Singkirkan semua puing-puing, bebatuan dan pecahkan gumpalan-gumpalan agar tanah rata dan lunak. Gosok tempat tidur dengan hati-hati setelah semua bagian yang lebih besar telah dihilangkan.
Saat Anda mengolah tanah, masukkan 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 cm) serasah daun atau kompos untuk membantu menggemburkan tanah dan menambah nutrisi. Tambahkan 2 hingga 4 cangkir (473 hingga 946 ml) pupuk serbaguna per 100 kaki (30,5 m) dan masukkan ke dasar bedengan.
Menanam Wortel yang Sehat
Setelah persemaian diperbaiki, sekarang saatnya menanam. Beri jarak antara benih dengan jarak 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 cm) dan tanam di bawah tanah berukuran ¼ hingga ½ inci (6 mm hingga 1 cm). Biji wortel berukuran kecil, jadi jarak tanam dapat dilakukan dengan alat penyuntik benih atau cukup dengan menipiskannya setelah benih berkecambah.
Jaga permukaan tanah sedikit lembab untuk mencegah pengerasan kulit. Tanaman wortel sulit tumbuh jika tanahnya berkerak.
Lapisi barisan dengan amonium nitrat dengan takaran 1 pon per 100 kaki (454 g per 100 kaki) baris setelah tanaman mencapai tinggi 4 inci (10 cm).
Tanah Anda yang gembur dan ramah wortel juga cocok bagi banyak gulma. Dapatkan sebanyak mungkin dan hindari tumbuh jauh di dekat tanaman Anda karena akarnya mungkin rusak.
Panen wortel 65 hingga 75 hari setelah tanam atau saat sudah mencapai ukuran yang diinginkan.