Bunganya cantik, tapi apakah campion putih termasuk rumput liar? Ya, dan jika Anda melihat bunga pada tanaman, langkah selanjutnya adalah produksi benih, jadi inilah saatnya mengambil tindakan untuk mengendalikannya. Berikut beberapa informasi tentang white campion yang akan membantu Anda jika tanaman ini sudah muncul di properti Anda.

Apa itu Kampion Putih?

Campion putih ( Silene latifolia syn. Silene alba ) merupakan tumbuhan berdaun lebar (dikotil) yang mula-mula tumbuh berbentuk roset di permukaan tanah. Kemudian, ia melesat dan menghasilkan batang tegak setinggi 1 sampai 4 kaki (0,3 sampai 1,2 m) dengan bunga. Daun dan batangnya berbulu halus.

Campion putih berasal dari Eropa dan kemungkinan besar diperkenalkan ke Amerika Utara pada awal tahun 1800-an. Selain merupakan gulma yang mengganggu, campion putih juga dapat menampung virus yang menyerang tanaman bayam dan bayam . bit . Biasanya tumbuh di pertanian, di kebun, di sepanjang tepi jalan dan tempat-tempat lain yang terganggu.

Campion putih berkerabat dengan tanaman lain yang dikenal sebagai api unggun, kerang atau lalat , dan dengan bunga taman yang dikenal sebagai mawar. Seperti tangkapan kandung kemih, bunga liar yang terkadang tumbuh seperti rumput liar, bunganya terdiri dari kelopak berbentuk balon (struktur yang terbuat dari sepal bunga) yang darinya muncul lima kelopak. Namun spesies kurus ini memiliki daun dan batang berbulu halus dengan kelopak kecil berwarna putih. Ini dapat tumbuh sebagai tanaman tahunan, dua tahunan, atau berumur pendek.

Cara Pengendalian Gulma Campion Putih

Setiap campion putih dapat menghasilkan 5.000 hingga 15.000 benih. Selain diperbanyak dengan biji, potongan akar yang terpisah dapat tumbuh kembali menjadi tanaman utuh, dan tanaman dapat berkembang biak di bawah tanah menggunakan sistem perakaran. Oleh karena itu, mengendalikan campion putih mirip dengan mengendalikan dandelion dan gulma herba serupa. Metode pengendalian yang paling penting adalah menghilangkan sistem akar dan mencegah tanaman berbiji.

Buang tanaman sebelum Anda melihat bunganya atau setidaknya sebelum bunganya mulai memudar. Campion putih menghasilkan akar tunggang, atau akar utama yang panjang dan menjulur, serta akar lateral. Anda harus mencabut seluruh akar tunggang untuk mencegah tanaman tumbuh kembali. Membajak atau memotong rumput dapat digunakan untuk mengurangi populasi tanaman ini secara signifikan di lahan pertanian atau di halaman rumput.

Herbisida umumnya tidak diperlukan, namun jika Anda menggunakannya, pilihlah herbisida yang efektif melawan gulma berdaun lebar dan aplikasikan sebelum bunga muncul. Campion putih toleran terhadap 2,4-D, tetapi glifosat umumnya efektif melawannya. Meskipun demikian, pengendalian kimia hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir, karena pendekatan biologis lebih aman dan lebih ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan