Kelihatannya seperti tanaman jagung , padahal sebenarnya bukan. Ini adalah millet liar ( Panicum miliaceum ) dan bagi banyak petani dianggap sebagai gulma bermasalah. Para pecinta burung mengenalnya sebagai millet jagung , biji bulat kecil yang banyak ditemukan dalam campuran benih burung peliharaan dan liar. Jadi apa itu? Apakah millet liar merupakan gulma atau tanaman yang bermanfaat?
Informasi Tanaman Millet Liar
Millet proso liar adalah rumput tahunan yang dapat tumbuh hingga setinggi 6 kaki (2 m). Batangnya berongga dengan daun yang panjang dan tipis serta sangat mirip dengan tanaman jagung muda. Rumput millet liar menghasilkan kepala benih berukuran 16 inci (41 cm) dan dapat menghasilkan benih sendiri dengan mudah.
Berikut beberapa alasan mengapa petani menganggap millet liar sebagai gulma:
- Menyebabkan berkurangnya hasil panen sehingga mengakibatkan hilangnya pendapatan petani
- Tahan terhadap banyak herbisida
- Strategi produksi benih adaptif, yang menghasilkan benih bahkan dalam kondisi pertumbuhan yang buruk
- Menyebar dengan cepat karena produksi benih yang banyak
Menanam millet biasa
Juga dikenal sebagai benih millet jagung, millet proso liar ditanam untuk pakan ternak dan benih burung. Pertanyaan apakah millet merupakan tanaman bermanfaat atau gulma berbahaya dapat dijawab dengan mengkaji kedua jenis millet tersebut.
Millet kurus menghasilkan biji berwarna coklat tua atau hitam, sedangkan varietas millet proso liar yang dibudidayakan memiliki biji berwarna keemasan atau coklat muda. Yang terakhir ini ditanam di banyak negara bagian Great Plains, dengan hasil hingga 2.500 pon (1.134 kg) per hektar.
Untuk menanam benih jagung millet, taburkan benih tidak lebih dari 1 cm. Air hanya dibutuhkan jika tanah kering. Millet lebih menyukai sinar matahari penuh dan tanah dengan pH di bawah 7,8. Sejak disemai, dibutuhkan waktu 60 hingga 90 hari agar tanaman millet mencapai kematangan. Tanaman ini melakukan penyerbukan sendiri dan bunganya bertahan sekitar satu minggu dan perawatan harus dilakukan pada waktu panen untuk mencegah benih pecah.
Millet yang dibudidayakan memiliki beberapa kegunaan pertanian. Ini bisa menggantikan jagung atau sorgum dalam ransum ternak. Kalkun menunjukkan penambahan berat badan yang lebih baik dengan millet dibandingkan dengan sereal lainnya. Rumput millet liar juga dapat ditanam sebagai tanaman penutup tanah atau pupuk hijau .
Biji millet liar juga dimakan oleh berbagai jenis burung liar, termasuk burung puyuh bobwhite, burung pegar, dan bebek liar. Menanam millet di dataran lumpur dan lahan basah memperbaiki kondisi habitat unggas air yang bermigrasi. Burung penyanyi lebih menyukai campuran biji burung yang mengandung millet daripada yang mengandung gandum dan milo.
Jadi, kesimpulannya, beberapa jenis millet bisa menjadi gulma berbahaya, sementara jenis lainnya memiliki nilai pasar.