Jika Anda pernah membaca label paket benih , Anda mungkin memperhatikan rekomendasi mereka untuk menyimpan benih yang tidak terpakai di tempat yang sejuk dan kering. Petunjuk ini agak kabur. Meskipun garasi, gudang, atau ruang bawah tanah Anda mungkin tetap sejuk, namun juga bisa lembap dan lembap pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Anda mungkin bertanya-tanya betapa dinginnya suhu yang terlalu dingin dan apakah pembekuan dapat membunuh benih. Teruslah membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang menyimpan benih di dalam freezer dan menggunakan benih beku dengan benar.

Apakah pembekuan membunuh benih?

Bank benih menyimpan benih langka, eksotik, dan pusaka di unit pendingin atau ruang kriogenik untuk menjamin kelangsungan hidup dan masa depan varietas tanaman tertentu. Sebagai tukang kebun di rumah, Anda mungkin tidak memiliki ruang kriogenik di gudang kebun Anda, dan Anda mungkin juga tidak perlu menyimpan ribuan benih selama beberapa dekade. Konon, lemari es atau freezer dapur cukup untuk menyimpan sisa benih, asalkan disimpan dengan benar.

Pembekuan yang tidak tepat dapat mematikan beberapa benih, namun benih lainnya mungkin tidak terlalu sulit. Faktanya, banyak benih bunga liar, pohon, dan semak memerlukan periode dingin, atau stratifikasi , sebelum berkecambah. Di daerah beriklim sejuk, tanaman seperti milkweed , echinacea , ninebark , sycamore , dll. tumbuh dengan baik. akan menjatuhkan benihnya di musim gugur, lalu tertidur di bawah salju selama musim dingin. Di musim semi, peningkatan suhu dan kelembapan akan menyebabkan benih ini berkecambah. Namun, tanpa adanya periode dingin dan tidak aktif sebelumnya, benih seperti ini tidak akan berkecambah. Periode stratifikasi ini dapat dengan mudah disimulasikan di dalam freezer.

Menggunakan benih beku

Kunci keberhasilan pembekuan benih adalah dengan menyimpan benih kering dalam wadah kedap udara dan menjaga suhu sejuk secara konsisten. Benih harus dikeringkan secara menyeluruh sebelum dibekukan, karena proses pembekuan dapat menyebabkan benih basah retak atau pecah. Benih kering kemudian harus ditempatkan dalam wadah kedap udara untuk mencegahnya menyerap kelembapan dan menyerap kelembapan yang berbahaya.

Benih yang disimpan di lemari es sebaiknya diletakkan di dekat bagian belakang lemari es agar tidak terlalu terkena fluktuasi suhu saat membuka dan menutup pintu. Menyimpan benih di dalam freezer akan menghasilkan suhu benih yang lebih konsisten dibandingkan menyimpannya di lemari es. Untuk setiap peningkatan kelembapan sebesar 1%, benih akan kehilangan separuh umur simpannya. Demikian pula, setiap kenaikan suhu sebesar 10 derajat F (-12 C) juga dapat menyebabkan hilangnya separuh umur simpan benih.

Baik Anda menyimpan benih hanya selama beberapa minggu untuk penanaman berturut-turut atau menggunakannya dalam satu atau dua tahun, ada beberapa langkah yang harus Anda ikuti saat menggunakan benih beku.

  • Pertama, pastikan benih bersih dan kering sebelum dibekukan. Silica gel dapat membantu mengeringkan biji secara sempurna.
  • Saat menempatkan benih dalam wadah kedap udara untuk penyimpanan dingin, Anda harus memberi label dan memberi tanggal pada wadah tersebut untuk menghindari kebingungan pada waktu tanam. Ini juga merupakan ide bagus untuk membuat jurnal awal sehingga Anda dapat belajar dari keberhasilan atau kegagalan Anda sendiri.
  • Terakhir, jika sudah siap ditanam, keluarkan benih dari freezer dan biarkan mencair pada suhu kamar setidaknya selama 24 jam sebelum ditanam.

Tinggalkan Balasan