Tukang kebun yang sadar lingkungan atau ramah lingkungan selalu menemukan cara baru dan cerdas untuk menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah rumah tangga biasa. Botol dan teko plastik digunakan kembali sebagai sistem irigasi tetes, pot bunga, kaleng penyiram, tempat makan burung , dan benda berkilau lainnya, untuk mencari kehidupan baru di taman, alih-alih mengisi tempat pembuangan sampah.

Gulungan tisu toilet dari karton sekarang berfungsi sebagaimana mestinya di kamar mandi, kemudian hidup kembali, menggendong benih-benih kecil saat berkecambah. Bahkan piring pecah, cermin, dll. rusak. dapat menemukan rumah baru di taman ketika diubah menjadi batu loncatan mosaik, pot, tempat mandi burung, atau bola observasi . Anda bahkan dapat mendaur ulang aluminium foil di taman! Pelajari lebih lanjut tentang penggunaan aluminium foil di taman.

Berkebun Aluminium Foil

Ada banyak manfaat menggunakan aluminium foil di taman. Dapat mencegah hama, meningkatkan kekuatan tanaman, mempertahankan kelembapan tanah, dan membantu menghangatkan atau mendinginkan tanah. Namun, sebelum menggunakan kembali kertas timah, Anda harus mencuci sisa makanan dengan hati-hati dan menghaluskan serta meratakan potongannya sebanyak mungkin. Meski sobek atau potongan kecil pun bisa digunakan, namun aluminium foil yang kotor dapat menarik hama yang tidak diinginkan.

Berkebun Benih dengan Aluminium Foil

Mulailah mengumpulkan kertas timah di pesta liburan Anda untuk digunakan kembali untuk ditanam di awal musim semi. Potongan besar aluminium foil yang dapat digunakan kembali dapat dililitkan di sekeliling karton atau digunakan untuk melapisi kotak karton untuk membuat kotak pendingin untuk bibit. Saat sinar matahari atau cahaya buatan memantul dari kertas timah, hal ini meningkatkan cahaya ke seluruh bagian tanaman, sehingga menghasilkan tanaman yang utuh, bukan tanaman yang berkaki panjang dan kurus.

Cahaya yang dibiaskan juga membantu menghangatkan tanah, sehingga memudahkan benih berbagai jenis tanaman untuk berkecambah. Bingkai dingin juga bisa ditutup dengan kertas timah. Potongan kertas timah yang lebih kecil dapat digunakan untuk membungkus tabung karton tisu toilet yang kemudian digunakan kembali dalam pot benih. Aluminium foil mencegah tabung karton roboh saat basah.

Cara Mendaur Ulang Aluminium Foil di Taman

Penggunaan kertas timah di kebun lebih dari sekadar perawatan benih sederhana. Aluminium foil daur ulang di kebun sebenarnya telah menjadi pencegah hama sejak lama.

Seperti saya, Anda mungkin pernah melihat pohon-pohon dibungkus kertas timah di dekat pangkalnya, tetapi Anda tidak pernah benar-benar mempertanyakannya. Bagi banyak tukang kebun, ini adalah praktik umum untuk mencegah rusa, kelinci, lalat, atau hewan pengerat lainnya yang mungkin mengunyah pohon di musim dingin, ketika sayuran segar langka. Aluminium foil juga dapat dililitkan di sekitar pangkal pohon cemara atau semak untuk mencegahnya menjadi prasmanan musim dingin.

Para petani buah juga menggunakan potongan aluminium foil di kebun untuk digantung di pohon buah-buahan guna menakuti burung yang mungkin memakan bunga dan buah. Potongan kertas timah juga bisa digantung di petak sayuran atau buah beri untuk mencegah burung.

Ketika ditempatkan di sekitar pangkal tanaman, aluminium foil yang dibiaskan menyinari tanaman dari tanah. Ini membantu mendinginkan tanah di sekitar tanaman, sehingga mempertahankan lebih banyak kelembapan. Ini juga meningkatkan fotosintesis dan kekuatan tanaman. Selain itu, menerangi bagian bawah tanaman tempat parasit perusak seperti kutu daun, siput, siput, dll. suka bersembunyi.

Jika Anda tidak menyukai tampilan potongan kertas timah di taman, potongan kertas timah dapat dicampur dengan mulsa dan ditempatkan di sekitar pangkal tanaman. Meskipun banyak serangga tidak menyukai permukaan reflektif dari kertas timah, kupu-kupu dan ngengat akan menyukainya. Cahaya yang dibiaskan dari kertas timah dapat membantu kupu-kupu mengeringkan sayapnya di pagi hari yang cerah.

Aluminium foil juga dapat ditempatkan di dalam atau di luar wadah tanaman untuk menampung air atau menahan tanah.

Tinggalkan Balasan