Ketika pembangunan merambah lahan alami, permukaan berpori berkurang akibat pemadatan dan/atau degradasi pepohonan, semak belukar, dan penutup tanah. Ini berarti pengelolaan limpasan air hujan menjadi masalah yang serius. Polusi dari limpasan air hujan dapat meracuni saluran air, dan limpasan air hujan secara umum dapat merusak kawasan alam dan perkotaan, bahkan di dalam dan di sekitar rumah Anda. Untuk melindungi rumah Anda dari kerusakan akibat banjir, ada baiknya Anda menerapkan beberapa ide limpasan air hujan berikut di lanskap Anda.
Tentang limpasan air hujan
Kerusakan lingkungan alam telah menyebabkan peningkatan banjir. Banjir dapat menyebabkan kerusakan material dan lingkungan yang signifikan. Kerusakan ini dapat terjadi di ruang bawah tanah, garasi atau bahkan rumah Anda serta di jalanan, jalan raya, dan bahkan lapangan golf.
Air yang mengalir tanpa terkendali melintasi bentang alam dan jalan-jalan bisa mengalir ke saluran air hujan atau selokan yang kemudian mengalir ke badan air terdekat. Semua polutan (pupuk, bensin, kotoran hewan, sampah, dll.) terbawa dan disimpan ke dalam badan air, sehingga menimbulkan bahaya lingkungan yang dapat merusak kehidupan tanaman dan membunuh satwa liar.
Pengelolaan limpasan air hujan bertujuan untuk memperbaiki kerusakan akibat badai yang disertai hujan lebat. Mengelola air hujan di properti Anda sebelum memasuki saluran air akan mengurangi potensi polutan yang akan dilepaskan ke lingkungan.
Ide Limpasan Hujan
Anda mungkin sudah mengetahui bahwa Anda mempunyai masalah limpasan air setelah mengamati daerah jenuh air dengan genangan air, aliran air yang mengalir, saluran pembuangan air hujan, sengkedan atau jurang, dan erosi air di properti Anda.
Perhatikan tanda-tanda limpasan ini. Periksa tanah apakah ada cipratan di sepanjang fondasi rumah dan carilah area yang bebas dari vegetasi atau kehilangan tanah. Rencana serangan terbaik dalam kasus ini adalah menambahkan tanaman dan mulsa.
Ada banyak jenis mulsa, mulai dari jerami pinus hingga kayu keras yang diparut. Apa pun mulsa yang Anda pilih, pastikan untuk menutupi area tersebut sejauh 5 hingga 8 cm (2 hingga 3 inci) untuk melindungi tanah dan mencegah erosi.
Tanaman Terbaik untuk Limpasan Air
Pepohonan merupakan tambahan yang bagus untuk lanskap dan membantu mengurangi limpasan air hujan. Ini merupakan ide yang sangat bagus jika Anda memiliki aliran sungai di properti Anda. Pepohonan akan mencegah aliran sungai mengikis lanskap Anda. Tanam pohon peneduh yang akarnya meningkatkan penyaringan air dan daunnya memperlambat laju hujan.
Penanaman di padang rumput adalah ide tanaman bagus lainnya untuk mengelola limpasan. Ganti semua halaman rumput dengan rumput hias, bunga, dan semak belukar. Padang rumput simulasi membantu menyerap kelebihan air dan mengurangi waktu dan biaya yang Anda habiskan untuk memotong rumput.
Rain garden sudah menjadi sangat populer dan kini banyak dijumpai di perkotaan. Taman hujan pada dasarnya adalah taman berbentuk mangkuk yang menampung dan menampung air hingga tanah mampu menyerapnya.
Tutupi daerah miring dengan vegetasi untuk meminimalkan erosi dan menstabilkan tanah. Sekali lagi, pilih tanaman asli yang adaptif dan pemeliharaannya rendah.
Mengenai rumput, hindari menanam di lereng yang curam, dekat saluran air atau di tempat yang sulit diakses. Jika Anda melakukan penyemaian ulang atau penyemaian ulang halaman rumput, pilihlah rumput yang sesuai dengan kondisi setempat.
Pengelolaan limpasan air hujan tambahan
Perhatikan baik-baik sekeliling rumah Anda. Periksa atap, talang, dan saluran pembuangan untuk memastikan semuanya tersambung dengan benar dan bebas dari serpihan. Saluran pembuangan harus diarahkan jauh dari rumah, terutama ke arah pondasi, dan ke arah area berumput.
Area yang tidak dapat mengalirkan air ke lanskap dari rumah sebaiknya dilengkapi dengan tong air hujan di saluran pembuangan. Sebuah tong hujan akan menampung air hujan untuk digunakan nanti di taman.
Perbaiki tanah Anda dengan bahan organik yang mengurangi pemadatan dan meningkatkan retensi air sekaligus meningkatkan kesehatan akar.
Hindari penyiraman berlebihan yang menyebabkan limpasan.
Gunakan hanya pengendalian kimia dan pupuk dengan takaran dan jadwal yang disarankan. Jauhkan juga dari area beraspal dan jangan menyapu atau membuang alat penyiram di jalan.
Sapu dan buat kompos daun pohon agar tidak menghalangi saluran air hujan. Buang juga sisa-sisa ini serta potong rumput dari tepi jalan.
Potong lebih sering dan biarkan potongannya terurai di halaman.
Kumpulkan kotoran hewan dan buang ke tempat sampah.