Pernahkah Anda ingin menanam pohon pir Anda sendiri ? Memanen biji pir untuk memulai pohon Anda sendiri dari awal adalah proses yang sederhana dan menyenangkan. Siapa pun dapat mempelajari cara menyimpan benih pir menggunakan wadah yang dapat ditutup kembali, lumut gambut , penyimpanan sejuk, dan sedikit kesabaran.

Kapan dan bagaimana cara memanen biji pir

Biji buah pir, seperti banyak biji pohon buah lainnya, jarang menghasilkan buah pir yang sama dengan buah aslinya. Memang benar, buah pir bereproduksi secara seksual dan, sama seperti manusia, mereka memiliki keragaman genetik yang besar. Misalnya, jika Anda menanam benih dari pir Bosc, menumbuhkan pohonnya, dan memanen buahnya sepuluh hingga dua puluh tahun kemudian, Anda tidak akan mendapatkan pir Bosc. Pir bahkan mungkin tidak berasa atau tidak bisa dimakan. Jadi, produser, berhati-hatilah; Jika Anda memang ingin memiliki buah pir Bosc, lebih baik Anda mencangkok cabang dari pohon pir Bosc yang sudah ada. Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan dan lebih cepat.

Mungkin Anda merasa eksperimental dan tidak peduli apakah buahnya sama persis. Apa pun yang terjadi, Anda ingin tahu kapan dan bagaimana cara memanen biji pir. Waktu yang tepat untuk memanen bibit buah pir adalah pada saat biji sudah matang, yaitu pada saat buah pir sudah matang. Beberapa buah pir matang lebih awal di musim panas dan lainnya di akhir musim. Pilih buah pir matang dan makanlah. Simpan bijinya dan cuci daging buahnya. Letakkan benih di atas tisu kering selama satu atau dua hari dan biarkan sedikit mengering. Itu saja. Bukankah itu mudah?

Menyimpan biji pir

Menyimpan biji buah pir dalam jangka waktu yang lama memang sangat tidak disarankan. Meskipun biji pir terawetkan dengan sempurna, mereka akan kehilangan viabilitasnya seiring berjalannya waktu. Jika Anda masih ingin menyimpannya selama satu atau dua tahun, simpanlah dalam wadah yang dapat menyerap keringat di ruangan dengan kelembapan rendah agar tidak berjamur atau membusuk. Pertimbangkan untuk menggunakan panci dengan penutup jaring.

Menyimpan benih pir untuk ditanam pada musim semi berikutnya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Tempatkan benih dalam kantong plastik yang dapat ditutup kembali dengan lumut gambut atau tanah pot yang steril. Beri label dan beri tanggal pada kantong plastik dan simpan benih di lemari es selama empat bulan. Proses pendinginan ini meniru apa yang terjadi di alam jika benih melewati musim dingin di dalam tanah. Periksa benih secara berkala dan jaga agar tetap lembab.
  • Setelah empat bulan, Anda bisa menanam benih dalam pot kecil di tanah pot steril sedalam 2,5 cm. Tempatkan hanya satu benih per pot. Tempatkan pot di tempat yang terkena sinar matahari dan jaga agar tanah tetap lembab. Benih akan berkecambah dan menghasilkan pertumbuhan hijau dalam waktu tiga bulan.
  • Setelah tinggi pohon pir mencapai 31 cm, Anda bisa meletakkannya di tanah.

Selamat! Sekarang Anda tahu cara menyimpan biji pir. Semoga sukses dalam petualangan Anda yang semakin berkembang.

Tinggalkan Balasan