Dalam taman yang ramah lingkungan, kompos dan mulsa merupakan bahan penting yang harus digunakan terus-menerus agar tanaman Anda tetap dalam kondisi prima. Jika keduanya sama pentingnya, apa perbedaan antara kompos dan mulsa?
Mulsa adalah bahan apa pun yang diletakkan di tanah di sekitar tanaman untuk membantu mempertahankan kelembapan dan melindungi gulma. Anda bisa membuat mulsa dari daun-daun berguguran, serpihan kayu, bahkan sobekan ban. Sedangkan kompos merupakan campuran bahan-bahan organik yang telah membusuk. Setelah bahan-bahan dalam campuran kompos terurai, bahan tersebut menjadi zat yang disukai secara universal oleh para tukang kebun dan dikenal sebagai “emas hitam”.
Jika Anda memiliki tumpukan kompos yang banyak dan lebih dari cukup untuk memperbaiki tanah, mencari tahu cara menggunakan kompos sebagai mulsa adalah langkah logis berikutnya dalam mendesain lanskap Anda.
Manfaat Mulsa Kompos
Mulsa kompos memiliki banyak manfaat selain hanya menghabiskan sisa kompos di tumpukan Anda. Tukang kebun yang hemat senang menggunakan kompos sebagai mulsa karena gratis. Kompos terdiri dari sampah taman dan dapur, dengan kata lain sampah yang membusuk. Daripada harus membeli sekantong serpihan kayu, Anda bisa menuangkan sekop penuh mulsa di sekitar tanaman Anda secara gratis.
Menggunakan kompos sebagai mulsa taman memberikan semua manfaat mulsa non-organik biasa dan menambahkan manfaat unsur hara yang terus-menerus meresap ke dalam tanah di bawahnya. Saat hujan melewati kompos, nitrogen dan karbon dalam jumlah mikro tersapu, sehingga terus memperbaiki kondisi tanah.
Cara Menggunakan Kompos untuk Mulsa di Kebun
Seperti kebanyakan mulsa, lapisan tebal lebih baik daripada lapisan tipis untuk membantu melindungi sinar matahari dari munculnya gulma. Tambahkan lapisan kompos berukuran 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 cm) ke tanah di sekitar tanaman keras Anda, rentangkan lapisan tersebut ke luar sekitar 12 inci (31 cm) dari tanaman. Lapisan ini perlahan-lahan akan menembus tanah selama musim tanam, jadi tambahkan lapisan mulsa kompos tambahan setiap bulan atau lebih selama musim panas dan musim gugur.
Bisakah kompos digunakan sebagai mulsa sepanjang tahun? Tidak ada salahnya tanaman menutupi akarnya dengan mulsa selama bulan-bulan musim dingin; sebenarnya, ini dapat membantu melindungi tanaman muda dari es dan salju terburuk. Saat musim semi tiba, buang kompos di sekitar tanaman agar sinar matahari dapat menghangatkan dan mencairkan tanah.