Tidak jarang pemilik kucing khawatir akan dampak kotoran kucing terhadap lingkungan. Hal ini membuat banyak orang bertanya, “Apakah kotoran kucing dapat dibuat kompos?” » Gagasan untuk mengubah limbah ini menjadi tanaman amandemen yang dapat digunakan memiliki daya tarik tersendiri. Namun, tidak seperti potongan rumput , dedaunan musim gugur , dan sisa dapur , ada sejumlah masalah yang mempersulit proses pengomposan kotoran kucing.

Apakah aman untuk membuat kompos kotoran kucing?

Keamanan adalah perhatian utama saat membuat kompos kotoran kucing. Meskipun tukang kebun sering menambahkan kotoran dari hewan ternak seperti sapi dan ayam ke dalam tumpukan kompos mereka, kotoran hewan karnivora seperti anjing dan kucing mengandung sejumlah patogen yang dapat berbahaya bagi manusia. Berikut empat patogen zoonosis yang dapat terdapat pada kotoran kucing:

  • Campylobobacter – Bakteri Gram negatif ini dapat menyebabkan diare pada manusia. Infeksi ini biasanya menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
  • Cryptosporidium – Parasit mikroskopis ini juga menyebabkan diare pada manusia dan dapat menyebar dari orang ke orang.
  • Salmonella – Demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan diare adalah gejala paling umum yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif ini. Penularan ke manusia paling sering terjadi dari makanan yang terkontaminasi ayam mentah atau kotorannya.
  • Toxoplasma gondii – Sangat berbahaya bagi wanita hamil, protozoa parasit ini dapat menyebabkan cacat lahir. Penyakit ini dapat menular saat membersihkan kandang kucing atau saat bekerja di tanah yang terkontaminasi.

Karena adanya patogen tersebut, para ahli sepakat bahwa tidak aman menggunakan kompos yang mengandung kotoran atau kotoran kucing pada tanaman untuk dikonsumsi manusia. Ini termasuk kebun sayur dan tanaman buah-buahan serta pohon buah-buahan dan kacang-kacangan serta semak belukar.

Bisakah Anda membuat kompos kotoran kucing untuk tanaman hias?

Meskipun kompos yang mengandung kotoran kucing dapat digunakan pada tanaman hias, perlu diperhatikan bahwa keempat patogen di atas dapat hidup di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama. Secara alami, kegiatan seperti menyiangi atau menanam bunga tahunan membuat tukang kebun terpapar tanah.

Untuk membunuh patogen kotoran kucing dalam kompos dan membuatnya aman bagi tanaman hias, tumpukan kompos harus menghasilkan panas yang cukup dan mempertahankan panas tersebut selama beberapa hari. Di sinilah letak permasalahan pengomposan kotoran kucing.

Beberapa sumber menunjukkan bahwa patogen di atas dapat dibunuh dengan paparan suhu di atas 145 derajat F. (63 C) selama tiga atau empat hari. Yang lain menyebutkan 150 hingga 160 derajat F. (66-71 C) sebagai suhu target. Sayangnya, suhu di atas 160 derajat F. (71 C) juga akan membunuh mikroba bermanfaat yang ada di tumpukan kompos.

Untuk menjaga tumpukan kompos pada suhu yang diperlukan untuk membunuh patogen, penting untuk memantau suhu tumpukan menggunakan termometer probe panjang. Ketika suhu mencapai 160 derajat F. (71 C), tumpukan harus diputar untuk mengontrol suhu dan menambahkan oksigen yang dibutuhkan untuk dekomposisi aerobik.

Apakah kotoran kucing dapat terurai secara hayati?

Selain masalah keamanan, biodegradabilitas adalah masalah lain yang dihadapi pemilik kucing saat membuat kompos dari kotoran kucing. Kebanyakan kotoran kucing yang dijual di Amerika Serikat berbahan dasar tanah liat. Sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam tumpukan kompos, karena jenis serasah tanah liat yang menggumpal dan tidak menggumpal tidak akan terurai.

Bagi pemilik kucing yang bertekad dan ingin membuat kompos kotorannya, terdapat kotoran komersial yang dirancang agar dapat terurai secara hayati. Produk-produk ini biasanya terbuat dari salah satu bahan berikut:

  • Minum
  • Tujuan
  • Kertas
  • Kulit kenari
  • Gandum
  • sabut kelapa

Berikut beberapa tips tambahan untuk membuat kompos kotoran kucing:

  • Teliti peraturan daerah mengenai peraturan pengomposan. Hal ini dapat mencakup jarak penempatan tumpukan kompos dari bangunan tempat tinggal.
  • Pilih lokasi pengomposan dengan hati-hati. Pencucian dan limpasan dari tumpukan kompos dapat mencemari sumber air di sekitarnya.
  • Tambahkan nitrogen ke tumpukan kompos, jika perlu, untuk memastikan keseimbangan warna coklat dan hijau.
  • Gunakan termometer dan balikkan tumpukan jika perlu untuk menambahkan oksigen dan menjaga suhu yang sesuai untuk membunuh patogen.
  • Pertimbangkan untuk membuat kompos kotoran kucing di sistem bawah tanah, seperti tangki septik. Pastikan untuk tidak memasang sistem ini di dekat sumur air minum.

Tinggalkan Balasan