Jika Anda melihat nyamuk raksasa berkeliaran di halaman Anda atau berkeliaran di dekat lampu teras belakang, jangan panik: Itu hanya burung bangau. Sepanjang musim panas, burung bangau dewasa muncul dari kepompong di bawah tanah untuk kawin dan bertelur. Meskipun banyak diantaranya yang merupakan pengurai yang bermanfaat, lalat bangau dan kerusakan rumput juga berjalan seiring.
Apa itu lalat bangau?
Lalat bangau termasuk dalam ordo Diptera dan merupakan kerabat jauh lalat dan nyamuk . Terlepas dari induknya yang kurang diinginkan, lalat bangau dewasa tidak menggigit atau menyebarkan penyakit, meskipun lalat bangau di rumput bisa menimbulkan masalah. Serangga terbang berkaki panjang ini bertelur di halaman; larva yang muncul adalah tahap yang ditakuti.
Larva lalat bangau adalah serangga berbentuk cacing yang panjang, berwarna putih, hingga panjang 1 ½ inci (3 cm). Mereka memakan akar di bawah halaman rumput, membunuh tajuk pohon dan menyebabkan bintik-bintik coklat yang merusak lautan rumput hijau yang sempurna. Larva lalat bangau juga dapat muncul untuk memakan tajuk dan helaian rumput pada malam hari yang hangat, sehingga semakin merusak halaman rumput. Sebagian besar spesies turfgrass dapat mentolerir populasi larva lalat bangau berukuran rendah hingga sedang, namun tekanan makan yang tinggi dapat menyebabkan bencana.
Cara mengusir lalat bangau
Lalat bangau dewasa tidak berumur panjang dan tidak berbahaya, sehingga upaya pengendalian lalat bangau terutama menyasar larvanya. Dengan mengurangi habitat, meningkatkan kekuatan rumput, dan menggunakan nematoda yang bermanfaat, Anda dapat mengurangi populasi lalat bangau secara signifikan secara efektif dan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya pada halaman rumput.
Melepaskan dan mengaerasi halaman rumput sangat penting dalam memerangi lalat bangau; Bentuklah resimen perawatan kebun yang mencakup dua tugas ini setidaknya setahun sekali, lebih sering jika rumput Anda sangat tebal. Setelah tugas-tugas ini selesai, kurangi air yang Anda gunakan ke halaman rumput Anda. Lalat bangau membutuhkan lingkungan yang lembab untuk bertahan hidup, tetapi sebagian besar rumput dapat tumbuh dengan baik di tanah yang cukup kering asalkan disiram dengan baik.
Nematoda yang bermanfaat, Steinernema Feltiae, dapat mengurangi larva lalat bangau hingga 50% jika digunakan dengan benar, namun tidak ada yang dapat mengurangi kerusakan akibat lalat bangau seperti halaman rumput yang dikelola dengan baik. Pemberian nitrogen pada musim semi dianjurkan untuk menghasilkan rumput yang subur dan sehat yang lebih mampu menolak pemberian larva burung bangau.