Hawar daun wortel adalah masalah umum yang disebabkan oleh beberapa patogen berbeda. Karena sumbernya bisa berbeda-beda, penting untuk memahami apa yang Anda cari agar dapat memprosesnya dengan sebaik-baiknya. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab penyakit hawar daun wortel dan cara mengatasi berbagai penyakit hawar daun wortel.
Apa penyebab penyakit hawar daun wortel?
Hawar daun wortel dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori berbeda: Hawar daun Alternaria, Hawar daun Cercospora, dan Hawar daun bakteri.
Hawar daun bakteri ( Xanthomonas campestris pv. carotae ) merupakan penyakit yang sangat umum berkembang dan menyebar di lingkungan lembab. Dimulai dengan bintik-bintik kecil, bersudut, kuning hingga coklat muda di tepi daun. Bagian bawah noda mengkilat dan dipernis. Seiring waktu, bintik-bintik ini memanjang, mengering, dan berubah menjadi coklat tua atau hitam dengan lingkaran kuning yang basah kuyup. Daunnya bisa berbentuk melengkung.
Penyakit hawar daun Alternaria ( Alternaria dauci ) tampak berupa bintik-bintik berwarna coklat tua sampai hitam, berbentuk tidak beraturan dengan pinggiran kuning. Bintik-bintik ini biasanya muncul di bagian bawah daun tanaman.
Penyakit hawar daun Cercospora ( Cercospora carotae ) tampak berupa bintik-bintik melingkar berwarna coklat dengan batas tajam dan tegas.
Ketiga penyakit hawar daun wortel ini dapat mematikan tanaman jika menyebar.
Pengendalian Penyakit Hawar Daun Wortel
Dari ketiga penyakit akibat hawar daun wortel, penyakit hawar daun bakteri merupakan penyakit yang paling serius. Penyakit ini dapat dengan cepat berubah menjadi epidemi dalam kondisi panas dan lembab, sehingga gejala apa pun harus segera ditangani.
Hawar daun Sigatoka dan Alternaria tidak terlalu kritis namun masih perlu diobati. Penyakit ini sering kali dapat dicegah dengan mendorong sirkulasi udara, menghindari penyiraman di atas kepala, mendorong drainase, dan menanam benih bersertifikat bebas penyakit.
Wortel sebaiknya ditanam secara bergilir dan ditanam di lokasi yang sama tidak lebih dari sekali setiap tiga tahun. Fungisida dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit ini.