Marigold adalah tanaman santai yang berbunga dengan andal, bahkan di bawah sinar matahari penuh, tahan panas, dan tanah yang buruk hingga rata-rata. Meski terlihat cantik di dalam tanah, menanam marigold dalam wadah adalah cara jitu untuk menikmati tanaman lezat ini. Baca terus untuk mengetahui cara menanam marigold dalam wadah.
Tanaman Marigold dalam Pot
Semua jenis marigold dapat ditanam di dalam wadah, namun perlu diingat bahwa beberapa jenis, seperti marigold Afrika , dapat mencapai ketinggian hingga 3 kaki (1 m) dan mungkin terlalu tinggi untuk wadah standar.
Kebanyakan tukang kebun suka menanam marigold berukuran kecil. Misalnya, marigold Prancis adalah tanaman kecil dan lebat yang hanya tumbuh setinggi 15 hingga 20 cm (6 hingga 18 inci), tergantung varietasnya. Mereka tersedia dalam warna oranye, kuning, mahoni atau dua warna, dan bunga ganda atau tunggal.
Marigold stempel adalah pilihan bagus lainnya untuk tanaman marigold dalam pot. Tanaman lebat memiliki dedaunan berenda yang menarik dan bunga berwarna oranye, kuning, atau merah berkarat.
Merawat Marigold dalam Pot
Jangan memenuhi tanaman marigold dalam pot secara berlebihan, karena marigold yang sehat memerlukan sirkulasi udara yang baik. Satu marigold cukup untuk pot berukuran 6 inci (15 cm), tetapi Anda dapat menanam dua atau tiga tanaman dalam pot berukuran 12 inci (30 cm) dan lima atau lebih tanaman kecil dalam wadah besar berdiameter 18 cm. inci (45 cm).
Pastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah. Gunakan tanah pot yang ringan dan berkualitas baik. Segenggam pasir, perlit atau vermikulit meningkatkan drainase.
Tempatkan pot di tempat marigold terkena sinar matahari setidaknya enam jam.
Sirami marigold saat bagian atas tanah kering. Siram hingga bersih, lalu biarkan tanah mengering sebelum disiram kembali. Jangan pernah membiarkan tanah basah, karena kondisi basah dapat memicu pembusukan akar dan penyakit terkait kelembapan lainnya.
Jepit ujung marigold yang baru ditanam satu atau dua kali untuk mendorong tanaman lebat. Matikan tanaman secara teratur untuk memicu bunga baru.
Berikan pupuk yang larut dalam air setiap bulan, tetapi jangan melakukan pemupukan berlebihan. Terlalu banyak pupuk atau tanah yang terlalu subur dapat menghasilkan tanaman lemah dengan sedikit bunga.