Jika Anda pernah melihat tanaman rhubarb di kebun seseorang, Anda pasti tahu bahwa jika kondisinya optimal, tanaman tersebut dapat tumbuh subur. Bagaimana jika Anda menyukai rhubarb dan ingin menanamnya, tetapi memiliki lahan terbatas? Akankah rhubarb tumbuh di dalam pot? Teruslah membaca untuk mengetahui lebih lanjut.
Akankah rhubarb tumbuh di dalam wadah?
Ya memang, menanam tanaman rhubarb di dalam pot bisa saja dilakukan. Hampir semua tanaman bisa ditanam dalam pot; terkadang yang Anda butuhkan hanyalah pot yang cukup besar untuk menampungnya. Dalam kasus rhubarb yang ditanam dalam pot, lebar tanaman tidak harus ditentukan (walaupun itu juga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan), tetapi kedalamannya adalah yang terpenting, karena rhubarb memiliki sistem akar yang besar.
Jika Anda berencana mencoba rhubarb yang ditanam dalam pot, gunakan wadah kokoh dengan kedalaman dan lebar minimal 20 inci (50,8 cm). Semakin besar potnya, semakin besar pula tanaman yang bisa tumbuh. Saat menanam rhubarb dalam pot, jenis wadahnya tidak menjadi masalah, tetapi lubang drainase sangat penting.
Menanam rhubarb dalam pot
Ditumbuhkan karena batangnya yang berwarna merah, merah jambu, atau merah jambu kehijauan, rhubarb ( Rheum xcultorum ) adalah tanaman abadi cuaca sejuk yang spektakuler, tahan terhadap zona USDA 3-8. Tanaman yang sehat dapat hidup dan berproduksi selama sepuluh tahun. Artinya, sepuluh tahun makanan penutup dan pengawet yang lezat.
Jika Anda ingin mencoba menanam tanaman rhubarb dalam wadah, pastikan untuk menggunakan tanah pot yang ringan dan memiliki drainase yang baik. Menambahkan kompos juga selalu bermanfaat.
Divisi tanaman atau mahkota rhubarb dibeli di awal musim semi. Tempatkan tanaman di dalam lubang sedalam 2,5 hingga 7,6 cm (1 hingga 3 inci) dan isi sekeliling mahkota.
Tempatkan rhubarb yang ditanam dalam wadah di bawah sinar matahari penuh untuk hasil terbaik, meskipun rhubarb tahan terhadap naungan terang. Sirami mahkota sampai basah tetapi tidak basah.
Perawatan rhubarb yang ditanam dalam pot
Rhubarb memang merupakan tanaman yang mudah dirawat, baik ditanam di dalam pot maupun di pekarangan. Ingatlah bahwa tanaman apa pun yang ditanam di dalam pot akan lebih cepat kering dibandingkan tanaman di kebun, terutama saat cuaca panas. Sirami tanaman ini dekat dengan tanah agar daunnya tetap kering. Anda juga dapat menambahkan mulsa berukuran 2,5 hingga 5 cm (1 hingga 2 inci), seperti potongan rumput atau serpihan kulit kayu, ke dalam tanah untuk membantu menahan air.
Rhubarb yang ditanam di kebun cukup mandiri dan umumnya tidak memerlukan pemupukan. Namun, rhubarb yang ditanam dalam pot dapat memperoleh manfaat dari pemberian makan setiap tahun sebelum ada tanda-tanda pertumbuhan baru di musim semi. Gunakan ½ cangkir (120 ml) pupuk 10-10-10 di sekitar pangkal tanaman dan sirami dengan baik.
Bersabarlah dan biarkan rhubarb matang hingga tahun kedua sebelum dipanen . Buang semua bunga yang mekar di musim semi agar seluruh energi tanaman dapat dicurahkan untuk menghasilkan batang. Pangkas batang tua di musim gugur setelah daunnya mati.
Rhubarb perlu merasakan dingin, jadi meskipun Anda ingin melindungi akar tanaman sebelum musim dingin , jangan tutupi kuncup atau tajuk dengan mulsa atau kompos. Bagilah rhubarb Anda setiap lima atau enam tahun untuk memastikan produksi batang yang kuat.
Catatan : Perlu diingat bahwa meskipun batangnya dapat dimakan, daun rhubarb bersifat racun . Mereka mengandung asam oksalat, yang sangat berbahaya bagi anak-anak dan hewan peliharaan.