Safflower ( Carthamus tinctorius ) ditanam terutama untuk diambil minyaknya yang tidak hanya menyehatkan jantung dan digunakan dalam makanan, tetapi juga dalam berbagai produk lainnya. Meningkatnya kebutuhan safflower terutama cocok untuk daerah kering. Petani sering menanam safflower di antara tanaman gandum musim dingin . Artikel berikut berisi informasi safflower tentang cara menanam dan merawat tanaman safflower.
Informasi Bunga Safflower
Safflower memiliki akar tunggang yang sangat panjang sehingga dapat menjangkau jauh ke dalam tanah untuk mengumpulkan air. Hal ini menjadikan safflower tanaman yang sempurna untuk area pertanian kering. Tentu saja, perakaran yang dalam untuk menyerap air akan menghabiskan ketersediaan air di dalam tanah, sehingga terkadang area tersebut perlu dibiarkan kosong selama 6 tahun untuk mengisi kembali permukaan air setelah menanam safflower.
Safflower juga hanya menyisakan sedikit sisa tanaman, sehingga lahan terbuka terhadap erosi dan rentan terhadap beberapa penyakit. Meskipun demikian, permintaan terhadap negara kita yang sehat sedemikian rupa sehingga harga yang diperoleh sepadan dengan menanam safflower sebagai tanaman komersial.
Cara Menanam Bunga Safflower
Kondisi pertumbuhan ideal untuk safflower adalah tanah yang memiliki drainase baik dan retensi air yang baik, namun safflower tidak pilih-pilih dan akan tumbuh di tanah kasar dengan irigasi atau hujan yang tidak memadai. Di sisi lain, dia tidak suka kaki basah.
Safflower ditanam di awal hingga akhir musim semi. Tanam benih sedalam 1,5 cm (½ inci) dalam baris dengan jarak 15 hingga 30,5 cm (6 hingga 12 inci) di bedengan kokoh yang telah disiapkan. Perkecambahan terjadi dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Panen dilakukan kurang lebih 20 minggu setelah tanam.
Perawatan bunga safflower
Safflower umumnya tidak memerlukan pemupukan tambahan setidaknya pada tahun pertama pertumbuhannya karena akar tunggangnya yang panjang mampu menjangkau dan mengekstrak unsur hara. Terkadang pupuk tambahan kaya nitrogen akan digunakan.
Seperti disebutkan, safflower tahan terhadap kekeringan, sehingga tanaman tidak membutuhkan banyak air tambahan.
Jaga agar area penanaman safflower bebas dari gulma yang bersaing untuk mendapatkan air dan nutrisi. Pantau dan kendalikan serangan hama, terutama pada awal musim tanam ketika hama dapat merusak tanaman.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada musim hujan, dimana penyakit jamur dapat menjadi masalah. Banyak dari penyakit ini dapat dikendalikan melalui penggunaan benih yang tahan penyakit.