Jika Anda pernah kecewa melihat tunas dan bunga sehat rontok dari tanaman Anda, artikel ini cocok untuk Anda. Baca terus untuk mengetahui apa yang menyebabkan tanaman menjatuhkan bunga dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.
Mengapa bunga rontok?
Dalam beberapa kasus, rontoknya bunga pada tanaman adalah hal yang normal. Misalnya, bunga jantan rontok secara alami dari tanaman sayuran setelah beberapa hari. Banyak sayuran, seperti labu siam , mulai menghasilkan bunga jantan hingga dua minggu sebelum bunga betina pertama kali mekar.
Meskipun demikian, bunga yang sehat bisa tiba-tiba rontok dari tanaman karena penyerbukan yang tidak memadai, faktor lingkungan, kesuburan tanah yang rendah, dan thrips.
Penyerbukan
Jika bunga yang sehat rontok dari sayuran dan tanaman berbunga lainnya dalam beberapa hari setelah dibuka, kemungkinan besar bunga tersebut belum diserbuki. Berikut beberapa alasan mengapa bunga tidak diserbuki:
Suhu siang hari yang tinggi atau suhu malam hari yang rendah mencegah penyerbukan. Kisaran suhu yang dapat diterima bervariasi dari satu tanaman ke tanaman lainnya, tetapi Anda mungkin akan kehilangan sebagian bunga ketika suhu siang hari di atas 85 derajat F. (29 C) atau suhu malam hari turun di bawah 55 derajat F. (12C). Tomat kehilangan bunganya ketika suhu malam hari tetap di atas 75 derajat F. (23 C).
Dengan menurunnya populasi lebah madu, kurangnya serangga penyerbuk telah menjadi masalah besar di beberapa daerah. Batasi penggunaan insektisida, terutama pada pagi hingga sore hari saat lebah sedang beraktivitas. Lebah dan banyak serangga penyerbuk lainnya tidak terbang pada hari yang dingin atau hujan.
Lingkungan
Fluktuasi suhu, seperti di atas, sangat mempengaruhi pembungaan tanaman. Selain bunga rontok saat suhu tinggi, suhu yang lebih dingin setelah berbunga juga dapat menyebabkan rontoknya bunga yang sehat.
Cahaya yang tidak memadai, baik terlalu banyak atau tidak, juga dapat menyebabkan rontoknya bunga yang sehat.
Kesuburan tanah
Kesuburan tanah yang rendah dapat menghambat kelangsungan pembungaan yang sehat. Daripada memupuk di awal pembungaan, berikan pupuk setidaknya empat hingga enam minggu sebelum berbunga.
perjalanan
Thrips juga dapat menyebabkan rontoknya tunas dan bunga tanaman. Parasit kecil ini memasuki tunas dan memakan kelopak bunga. Meskipun thrips sulit dilihat tanpa pembesaran, Anda dapat melihat bintik-bintik dan guratan pada kelopaknya.
Spinosad merupakan insektisida yang aman bagi lingkungan untuk membunuh thrips, namun insektisida sulit untuk bersentuhan dengan thrips karena terperangkap di dalam tunasnya. Pilihan pengendalian non-kimiawi termasuk mengendalikan rumput dan gulma di sekitar, membuang dan menghancurkan tunas yang terserang, dan menyemprot tanaman dengan air secara teratur.
Tip untuk Tetesan Bunga
Bunga sayur-sayuran dan tanaman hias rontok ketika tanaman mengalami stres. Berikut beberapa tip untuk meminimalkan stres di taman:
- Jaga agar tanah tetap lembab. Mulsa membantu mencegah penguapan air dan menjaga tingkat kelembapan tetap seragam. Siram secara perlahan dan dalam jika tidak ada hujan dan jangan biarkan tanah mengering.
- Tanaman mengalami stres ketika tidak mendapat unsur hara yang cukup. Sebagian besar tanaman merespons dengan baik pemberian pakan di musim semi dan pertengahan musim panas dengan lapisan kompos atau pupuk slow release. Beberapa tanaman memiliki kebutuhan khusus, dan paket benih atau label tanaman Anda harus menjelaskan cara memberi makan mereka.
- Tanam bunga dan sayuran di lokasi yang mendapat sinar matahari dalam jumlah yang tepat. Terlalu sedikit atau terlalu banyak sinar matahari dapat membuat tanaman stres dan menyebabkan bunga berguguran.
Jika Anda mengikuti tips berikut ini, Anda akan mendapatkan tanaman sehat yang secara alami tahan terhadap serangga dan penyakit. Jika Anda melihat tanda-tanda infestasi, obati tanaman tersebut sesegera mungkin.