Perencanaan yang matang selama berjam-jam diikuti dengan lebih banyak waktu menanam dan merawat nampan benih, semuanya untuk mengisi taman Anda dengan tanaman yang indah, namun jamur di nampan benih dapat menghentikan proyek sebelum proyek dimulai. Tergantung pada jenis penyakit jamurnya, bibit mungkin tampak bengkok atau basah kuyup, terkadang dengan jamur berbulu halus atau benang berwarna gelap di permukaan tanah. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang jamur di nampan benih dan tips mengatasi jamur saat memulai benih.

Cara Mengontrol Pertumbuhan Jamur

Untuk membantu mencegah masalah jamur, ikuti tips mengendalikan jamur berikut ini saat memulai pembibitan:

  • Mulailah dengan campuran awal benih yang segar dan tidak terkontaminasi. Kantong yang belum dibuka bersifat steril, tetapi setelah dibuka, campurannya mudah bersentuhan dengan patogen. Anda dapat mensterilkan campuran biji dengan memanggangnya dalam oven bersuhu 200 derajat F. (93 C) selama 30 menit. Peringatan : akan berbau busuk.
  • Cuci semua wadah dan peralatan berkebun dengan campuran satu bagian pemutih dan sepuluh bagian air.
  • Tanam benih Anda di tanah pot yang hangat. Bacalah kemasan benih dengan cermat dan hati-hati jangan menanam benih terlalu dalam. Untuk mencegah jamur dan mempercepat pengeringan, Anda bisa menutupi benih dengan lapisan pasir atau pasir ayam yang sangat tipis sebagai pengganti tanah.
  • Jika Anda seorang penyimpan benih , perlu diingat bahwa benih yang disimpan lebih mungkin terserang jamur dibandingkan benih komersial.
  • Siram dengan hati-hati, karena penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit jamur. Banyak tukang kebun lebih suka menyiram dari bawah, sehingga permukaan tanah tetap kering. Jika Anda menyiram dari atas, hati-hati jangan sampai menyiram tanaman secara langsung. Apa pun pilihannya, sirami secukupnya untuk menjaga tanah sedikit lembab.
  • Beberapa tukang kebun memilih untuk tidak menutup nampan benih, sementara yang lain menggunakan bungkus plastik atau penutup berbentuk kubah. Sebaiknya buka penutupnya segera setelah benih berkecambah, namun jika Anda ingin membiarkan tutupnya tetap terpasang hingga bibit lebih besar, buat lubang pada plastik atau lepaskan kubahnya secara berkala agar benih dapat bersirkulasi. udara. Perhatian : jangan biarkan plastik menyentuh tanaman.
  • Pot gambut memang nyaman, tetapi lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur. Tanaman yang ditempatkan di nampan plastik cenderung lebih tahan banting.
  • Jangan menanam terlalu lebat. Bibit yang terlalu padat menghambat sirkulasi udara.
  • Jika udara lembap, nyalakan kipas angin dengan kecepatan rendah selama beberapa jam setiap hari. Sebagai manfaat tambahan, sirkulasi udara menciptakan batang yang lebih kuat.
  • Berikan setidaknya 12 jam cahaya terang per hari.

Perawatan jamur selama perkecambahan

Perawatan jamur komersial, seperti Captan, sudah tersedia dan mudah digunakan. Namun, Anda juga bisa menyiapkan larutan antijamur yang terdiri dari 1 sendok makan (15 ml) peroksida dalam 1 liter (1 L) air.

Banyak tukang kebun organik yang beruntung menyiram bibit dengan teh kamomil atau menaburkan kayu manis di permukaan tanah segera setelah tanam.

Tinggalkan Balasan