Setelah beberapa tahun atau bahkan beberapa bulan digunakan secara rutin, pot bunga mulai terlihat kotor. Anda mungkin melihat noda atau endapan mineral dan pot Anda mungkin menampung jamur, ganggang, atau patogen yang tidak sehat bagi tanaman.

Menggunakan Cuka pada Pot Bunga

Pot keramik dan plastik relatif mudah dibersihkan dengan sabun cuci piring, air panas, dan sikat gosok atau sikat gigi bekas, namun pot terra cotta dengan lapisan residu berkerak bisa menjadi masalah. tantangan. Sayangnya, kapal terakota biasanya memiliki lapisan endapan mineral dan garam yang sangat terlihat.

Meskipun Anda mungkin bisa menghilangkan kotoran dengan produk pembersih yang kuat dan minyak siku, menggunakan cuka untuk membersihkan panci dan wajan adalah alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia beracun. Panci Anda akan terlihat lebih baik dan membersihkan dengan cuka akan menghilangkan bakteri yang tersembunyi di permukaan.

Bersihkan wadah dengan cuka

Jika pot terakota Anda terlihat besar, coba bersihkan dengan cuka. Begini caranya:

Gunakan sikat scrub untuk menghilangkan kotoran dan kotoran. Kotoran akan lebih mudah dihilangkan dengan sikat jika dibiarkan kering sepenuhnya terlebih dahulu.

Isi wastafel atau wadah lain dengan campuran satu bagian cuka putih dengan empat atau lima bagian air panas, lalu tambahkan sedikit sabun cuci piring cair. Jika pot Anda besar, bersihkan bagian luarnya dengan ember atau tas plastik.

Biarkan pot terendam setidaknya selama satu jam atau semalaman jika nodanya berat. Anda juga bisa menggunakan larutan cuka yang lebih kuat yang terdiri dari setengah cuka dan setengah air panas, jika perlu. Jika residu lebih kental di sekitar tepi pot bunga, isi wadah kecil dengan cuka murni, lalu balikkan pot dan biarkan bagian tepi yang berkerak meresap. Selesaikan pekerjaan dengan membilas stoples hingga bersih, lalu lap hingga kering menggunakan kain atau sikat gosok.

Sekarang adalah saat yang tepat untuk mendisinfeksi pot untuk menghilangkan patogen yang membandel. Bilas panci untuk menghilangkan cuka, karena kombinasi cuka dan pemutih dapat melepaskan gas klorin. Celupkan panci ke dalam larutan sepuluh bagian air dan satu bagian pemutih dan biarkan terendam selama kurang lebih 30 menit. (Bilaslah dengan baik sebelum ditanam, jika Anda akan segera menggunakannya kembali, karena pemutih dapat berbahaya bagi tanaman.)

Letakkan pot bersih di bawah sinar matahari hingga kering. Jangan menumpuk pot terakota saat masih lembap karena dapat retak. Anda juga dapat mendisinfeksi panci yang sudah dibersihkan dengan memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring. Simpan pot di tempat yang kering dan terlindung hingga siap ditanam pada musim depan.

Tinggalkan Balasan