Tumbuhan mengandung tiga unsur hara makro untuk kesehatan maksimal. Salah satunya adalah kalium, yang dulu disebut kalium. Pupuk kalium merupakan bahan alami yang terus didaur ulang di dalam bumi. Apa sebenarnya kalium itu dan dari mana asalnya? Baca terus untuk jawaban ini dan banyak lagi.

Apa itu kalium?

Potash mendapatkan namanya dari proses kuno yang digunakan untuk memanen potasium. Di sinilah abu kayu dipisahkan ke dalam pot tua untuk diseduh dan kalium dikeluarkan dari tumbukan, oleh karena itu dinamakan “abu tembikar”. Teknik modern sedikit berbeda dengan cara pemisahan pot yang lama, namun potasium yang dihasilkan bermanfaat bagi tanaman, hewan, dan manusia.

Kalium dalam tanah merupakan unsur ketujuh yang paling umum di alam dan tersedia secara luas. Itu disimpan di dalam tanah dan dipanen sebagai simpanan garam. Garam kalium dalam bentuk nitrat, sulfat dan klorida merupakan bentuk kalium yang digunakan dalam pupuk. Mereka digunakan oleh tanaman yang kemudian melepaskan potasium ke dalam tanamannya. Manusia memakan makanan tersebut dan limbahnya menyimpan potasium lagi. Ia merembes ke saluran air dan diserap sebagai garam yang melewati produksi dan digunakan kembali sebagai pupuk kalium .

Manusia dan tumbuhan membutuhkan kalium. Pada tumbuhan, penting untuk penyerapan air dan sintesis gula tumbuhan untuk makanan. Ia juga bertanggung jawab atas formulasi dan kualitas tanaman. Makanan bunga komersial mengandung potasium dalam jumlah tinggi untuk menghasilkan bunga yang lebih banyak dan lebih baik. Kalium yang ada di dalam tanah merupakan sumber utama penyerapan oleh tanaman. Makanan yang dihasilkan seringkali kaya akan potasium, seperti pisang, dan merupakan sumber yang berguna untuk dikonsumsi manusia.

Menggunakan kalium di kebun

Menambahkan kalium ke dalam tanah sangat penting jika pH-nya bersifat basa. Pupuk kalium meningkatkan pH tanah, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada tanaman masam seperti hydrangea , azalea , dan rhododendron . Kelebihan kalium dapat menimbulkan masalah bagi tanaman yang menyukai tanah asam atau tanah dengan pH seimbang. Sebaiknya lakukan uji tanah untuk mengetahui apakah tanah Anda kekurangan kalium sebelum menggunakan kalium di kebun.

Hubungan antara kalium dan tanaman terlihat jelas dalam meningkatkan hasil buah dan sayur yang lebih tinggi, bunga yang lebih melimpah, dan kesehatan tanaman yang lebih baik. Tambahkan abu kayu ke tumpukan kompos Anda untuk meningkatkan kandungan potasium. Anda juga bisa menggunakan pupuk kandang , yang mengandung persentase potasium rendah dan relatif lembut terhadap akar tanaman. Kelp dan greensand juga merupakan sumber kalium yang baik.

Cara menggunakan kalium

Kalium tidak berpindah ke dalam tanah lebih dari 1 inci, jadi penting untuk mengolahnya hingga ke zona akar tanaman. Jumlah rata-rata untuk tanah rendah kalium adalah ¼ hingga 1/3 pon (0,1 hingga 1,14 kg) kalium klorida atau kalium sulfat per 100 kaki persegi (9 m²).

Kelebihan kalium menumpuk sebagai garam, yang dapat merusak akar. Pemberian kompos dan pupuk kandang setiap tahun umumnya cukup di kebun kecuali tanahnya berpasir. Tanah berpasir rendah bahan organik dan memerlukan serasah daun serta bahan organik lainnya yang dimasukkan ke dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.

Tinggalkan Balasan