Menumbuhkan taman daur ulang untuk anak-anak adalah proyek keluarga yang menyenangkan dan ramah lingkungan. Anda tidak hanya dapat memperkenalkan filosofi “kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang”, tetapi memanfaatkan kembali sampah menjadi tanaman daur ulang untuk dihias oleh anak-anak juga dapat memicu kecintaan anak Anda terhadap berkebun. Singkatnya, ini membantu mereka mengambil kepemilikan atas makanan dan bunga yang ditanam keluarga Anda.
Tips Membuat Taman Daur Ulang Bersama Anak
Mendaur ulang di taman bersama anak-anak melibatkan menemukan cara untuk menggunakan kembali bahan-bahan rumah tangga biasa yang mungkin berakhir di tempat pembuangan sampah. Dari karton susu hingga pot yogurt, anak-anak dan wadah daur ulang secara alami berjalan beriringan.
Membuat taman anak-anak daur ulang membantu anak-anak Anda melihat bagaimana barang-barang sekali pakai yang mereka gunakan setiap hari dapat memiliki kehidupan kedua. Berikut adalah beberapa dari sekian banyak barang yang dapat dijadikan tanaman daur ulang untuk dihias dan digunakan oleh anak-anak :
- Tabung Tisu Toilet – Buatlah pot yang dapat terurai secara hayati untuk bibit dengan membuat celah berukuran 1 inci (2,5 cm) di salah satu ujung tabung tisu toilet . Tekuk ujung ini ke bawah untuk membentuk bagian bawah pot. Tidak perlu mencabut tanaman saat tanam, cukup tanam tabungnya dan selesai.
- Wadah dan Botol Makanan Plastik – Dari mangkuk buah hingga kendi susu , wadah plastik bisa menjadi tempat penanam bibit yang dapat digunakan kembali. Mintalah orang dewasa untuk membuat beberapa lubang drainase di bagian bawah sebelum digunakan.
- Karton Susu dan Jus – Berbeda dengan tabung tisu toilet, karton minuman memiliki lapisan tipis plastik dan aluminium untuk mencegah kebocoran dan tidak boleh tertancap langsung ke tanah. Dengan beberapa lubang drainase di bagian bawah, karton ini dapat dihias dan digunakan untuk menanam tanaman hias dan bibit taman.
- Gelas Kertas – Dari wadah minuman cepat saji hingga gelas kamar mandi sekali pakai, gelas kertas dapat digunakan kembali sebagai pot semai yang unik. Diletakkannya di dalam tanah atau tidak akan bergantung pada apakah penutupnya terbuat dari lilin atau plastik.
- Stoples Kertas – Buat stoples kertas dengan melilitkan beberapa lembar koran atau kertas bekas di sekitar sisi kaleng. Kemudian lipat kertas di sekeliling bagian bawah kotak dan rekatkan dengan selotip, jika perlu. Keluarkan kaleng dan gunakan kembali untuk mencetak pot kertas berikutnya.
Lebih banyak ide untuk taman daur ulang untuk anak-anak
Tukang kebun sering memikirkan barang-barang sekali pakai ketika mendaur ulang di taman bersama anak-anak mereka, namun banyak barang sehari-hari yang sudah terlalu besar atau usang oleh anak-anak juga dapat menemukan kehidupan kedua di antara sayuran dan bunga:
- Sepatu bot – Gunakan bor untuk membuat lubang di sol untuk penanam bunga atau sayuran yang mewah .
- Kaus kaki – Potong kaus kaki lama menjadi potongan-potongan dan gunakan untuk ikatan tomat.
- Kemeja dan Celana – Isi pakaian berukuran besar dengan kantong belanjaan plastik untuk membuat orang-orangan sawah seukuran anak-anak.
- Compact Disc – Gantung CD lama di taman untuk menakuti burung dengan buah dan sayuran matang.
- Mainan – Dari truk hingga tempat tidur bayi, gunakan kembali mainan yang rusak atau tidak terpakai menjadi penanam teras yang menarik.