Pohon ficus merupakan tanaman yang umum ditemukan di rumah dan kantor, terutama karena menyerupai pohon pada umumnya dengan batang tunggal dan kanopi menyebar. Terlepas dari semua popularitasnya, ficus itu rewel. Namun, jika Anda mengetahui cara merawat ficus, Anda akan lebih siap untuk menjaganya tetap sehat dan bahagia di rumah Anda selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pelajari Lebih Lanjut Tentang Tanaman Hias Ficus

Apa yang biasa disebut ficus secara teknis adalah buah ara yang menangis. Ini adalah anggota genus tanaman Ficus , yang juga mencakup pohon karet dan pohon ara , tetapi ketika berbicara tentang tanaman hias, kebanyakan orang menyebut pohon ara menangis ( Ficus benjamina ) hanya sebagai ficus.

Pohon ficus dapat mempertahankan bentuknya yang seperti pohon terlepas dari ukurannya, menjadikannya ideal untuk bonsai atau tanaman hias berukuran besar di ruangan besar. Daunnya bisa berwarna hijau tua atau beraneka ragam. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pembibitan imajinatif mulai memanfaatkan batangnya yang fleksibel untuk menenun atau memelintir tanaman menjadi berbagai bentuk.

Menumbuhkan Ficus Di Dalam Ruangan

Kebanyakan pohon ficus mendapat manfaat dari cahaya terang tidak langsung atau tersaring, dengan varietas beraneka ragam yang mampu menangani cahaya sedang. Cahaya terang dan langsung dapat menyebabkan daun terbakar dan rontok.

Pohon ficus juga tidak tahan terhadap suhu rendah atau angin kencang. Mereka harus disimpan pada suhu di atas 60 derajat F. (16 C) dan sebenarnya lebih menyukai suhu di atas 70 derajat F. (21 C). Angin dingin dari jendela atau pintu akan merusaknya, jadi pastikan untuk menempatkannya di tempat yang tidak menimbulkan masalah angin.

Cara merawat ficus

Saat menanam ficus di dalam ruangan, penting untuk menjaga kelembapan yang relatif tinggi di sekitar tanaman. Mengaburkan secara teratur atau menempatkan ficus di atas nampan kerikil berisi air adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kelembapannya , namun perlu diingat bahwa meskipun ficus menyukai kelembapan tinggi, mereka tidak menyukai akar yang terlalu basah. . Oleh karena itu, saat menyiram, selalu periksa permukaan tanah terlebih dahulu. Jika permukaan tanah lembap, jangan disiram karena berarti tanah memiliki kelembapan yang cukup. Jika permukaan tanah terasa kering saat disentuh, ini menandakan membutuhkan air.

Selain itu, saat merawat ficus, berhati-hatilah karena ia tumbuh dengan cepat dan membutuhkan banyak nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik. Pupuk sebulan sekali di musim semi dan musim panas dan setiap dua bulan sekali di musim gugur dan musim dingin.

Masalah Umum Saat Merawat Tanaman Ficus

Hampir setiap orang yang memiliki ficus pernah bertanya-tanya, “Mengapa ficus saya kehilangan daunnya?” Ficus yang kehilangan daunnya adalah masalah paling umum pada tanaman ini. Jatuhnya daun adalah reaksi standar ficus terhadap stres, baik berupa salah satu dari berikut ini:

  • Penyiraman terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • Kelembaban rendah
  • Terlalu sedikit cahaya
  • Memindahkan atau merepoting
  • Draf
  • Perubahan suhu (terlalu panas atau terlalu dingin)
  • Hama

Jika ficus Anda kehilangan daun, periksa daftar perawatan ficus yang tepat dan perbaiki jika Anda menemukan kesalahan.

Pohon ficus juga rentan terhadap hama seperti kutu putih , kutu putih , dan tungau laba-laba . Pohon ficus yang sehat tidak akan mengalami masalah ini, tetapi pohon ficus yang stres (kemungkinan kehilangan daunnya) pasti akan cepat terserang masalah hama. “Getah” yang menetes dari tanaman ficus, yang sebenarnya merupakan embun madu dari hama yang menyerang, merupakan tanda pasti adanya serangan. Merawat tanaman dengan minyak Mimba adalah cara yang baik untuk memerangi masalah hama ini.

Tinggalkan Balasan