Jika Anda sudah lama memelihara tanaman hias, Anda menyadari bahwa penyakit adalah masalah yang terkadang harus Anda atasi. Hal ini berlaku sampai batas tertentu untuk semua tanaman hias. Jangan heran jika Anda memiliki masalah dengan dieffenbachia , karena dalam hal ini tidak ada bedanya dengan tanaman lain.
Belajarlah sambil jalan dan Anda akan menemukan bahwa pemecahan masalah Dieffenbachia tidak lebih sulit daripada tanaman hias lainnya. Faktanya, kesiapan untuk mengatasi masalah penyakit merupakan informasi penting bagi tukang kebun dalam ruangan. Mengetahui mengapa hal ini terjadi pada tanaman Anda dapat membantu Anda memperbaikinya dengan cepat sebelum menyebar ke area lain di tanaman. Memahami bagaimana penyakit ini ditularkan atau tertular dapat membantu Anda menghindarinya sama sekali.
Penyakit Dieffenbachia
Penyakit umum pada tanaman ini paling sering berasal dari jamur atau bakteri. Jika Anda menambahkan dieffenbachia baru ke koleksi tanaman Anda, periksa tanaman tersebut dengan cermat sebelum membelinya. Jangan membeli apa pun yang daunnya berbintik, menguning atau layu atau gejala tidak sehat lainnya. Periksa sebanyak mungkin sistem akar di dalam pot.
Memulai dengan tanaman yang sehat membantu Anda menghindari masalah penyakit di masa depan. Teknik pemupukan dan penyiraman yang tepat sangat penting untuk tanaman ini. Masalah penyakit berikut, meskipun jarang terjadi, adalah yang paling umum di Dieffenbachia menurut Penn State. Jika mereka muncul di tanaman hias Anda, mulailah proses pengelolaan segera setelah Anda melihat dan mengidentifikasinya.
Antraknosa muncul sebagai bintik coklat lonjong hingga bulat yang dikelilingi lingkaran cahaya menguning. Bintik-bintik itu panjangnya sekitar dua inci dan mungkin berisi struktur buah jamur hitam kecil. Penyiraman di atas kepala menyebarkan penyakit ini. Air yang mengalir dari satu tanaman ke tanaman lainnya sangatlah merusak. Selalu sirami setinggi akar, jaga agar dedaunan tetap kering.
Bercak daun bakteri dimulai sebagai bintik kecil berwarna hijau atau hitam. Bentuknya menjadi tidak beraturan, berubah warna menjadi kecoklatan, coklat tua atau hitam. Siram pada akar untuk menjaga daun tetap kering dan hilangkan dedaunan yang rusak jika muncul. Jaga kebersihan alat dan lap pisau dengan alkohol setiap kali selesai dipotong.
Bintik myrothecial adalah penyakit yang ditandai dengan bintik-bintik yang lebih besar dan sebagian besar berbentuk oval. Biasanya terdapat pada tepi dan ujung daun. Bintik-bintik tersebut berwarna abu-abu kecokelatan. Cincin buah jamur konsentris terbentuk di bagian bawah daun tanaman. Rawat dengan fungisida dan buang daun yang terlihat sakit. Batasi pupuk nitrogen.
Layu menyebabkan daun terkulai dan menguning. Hal ini sering kali disebabkan oleh kelembapan yang tidak mencukupi atau tidak merata di tanah tanaman.
Pinggiran daun berwarna kecoklatan akibat terlalu banyak pupuk dan tidak disiram sebelum menggunakan pupuk cair. Daunnya bisa mati, begitu pula seluruh tanaman jika proses ini terus berlanjut. Cuci tanah jika tidak mengandung butiran pupuk. Batasi pemupukan atau gunakan pelet untuk pakan selanjutnya.
Perbaiki penyakit tanaman dieffenbachia dengan tips bermanfaat yang disebutkan di atas. Penyiraman yang tepat, pemupukan terbatas, dan pemangkasan sesekali dengan peralatan bersih dapat membuat spesimen tanaman hias cantik Anda lebih sehat dan menarik.