Pohon sagu dapat menjadi tambahan keindahan lanskap di daerah tropis. Mereka juga dapat membuat tanaman hias yang besar dan spektakuler di iklim yang lebih sejuk. Meskipun pohon sagu sebenarnya termasuk dalam keluarga sikas dan bukan pohon palem, pohon sagu rentan terhadap banyak penyakit jamur yang sama seperti pohon palem asli. Teruskan membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit busuk sagu dan cara mencegahnya.

Apa penyebab masalah busuk akar sagu?

Kebanyakan pembusukan pohon sagu berasal dari jamur patogen Phytophthora, yang dapat menginfeksi bagian tanaman mana pun. Spora jamur berbahaya ini biasanya disebarkan melalui air, serangga, peralatan yang tidak dibersihkan setelah digunakan, dan tanaman yang terinfeksi bergesekan dengan tanaman lain.

Busuk akar sagu juga dapat disebabkan oleh tanah atau mulsa yang menumpuk pada tajuk akar atau tanah yang tidak memiliki drainase yang baik. Seringkali, busuk pohon sagu merupakan kondisi sekunder yang terjadi ketika tanaman kekurangan unsur hara atau rusak.

Pengendalian Penyakit Busuk Sagu

Pencegahan merupakan cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit busuk sagu.

Saat menyiram, berikan aliran air yang perlahan dan stabil langsung ke bagian perakaran, tetapi jangan langsung ke pucuk/batang pohon sagu. Ini akan mencegah percikan tanah yang mungkin terinfeksi dan menjaga bagian tanaman di atas tanah tetap kering. Penyiraman yang lambat juga memungkinkan tanaman menyerap lebih banyak air sehingga mengurangi limpasan.

Pohon sagu lebih menyukai tempat teduh pada sore hari yang panas. Yang terbaik adalah menyiramnya di pagi hari agar mendapat cukup sinar matahari untuk mengeringkan cipratan air. Sebelum menanam pohon sagu, Anda harus memeriksa drainase di lokasi tersebut dan jika drainase tidak berjalan dengan baik, modifikasilah untuk menghindari banyak masalah jamur di kemudian hari.

Sirkulasi udara yang baik juga penting untuk mencegah pembusukan pohon sagu. Tanaman yang terlalu padat dapat menginfeksi setiap tanaman dengan penyakit jamur dan menciptakan area lembab dan teduh dimana patogen jamur dapat berkembang biak.

Selain itu, selalu bersihkan pemangkas Anda dengan alkohol atau pemutih setelah digunakan. Luka terbuka yang disebabkan oleh pemangkas, mesin pemotong rumput, kerusakan hewan, dll. memungkinkan masuknya penyakit dan hama ke dalam tanaman.

Jika pohon sagu ditanam terlalu dalam atau diberi banyak mulsa pada bagian tajuk akar, pohon sagu rentan terhadap pembusukan tajuk. Menjaga tempat tidur Anda bebas dari gulma juga dapat mencegah penyebaran banyak penyakit jamur.

Busuk merah muda adalah penyakit jamur yang umum pada pohon sagu. Tanaman ini mudah dikenali dari kumpulan spora berwarna merah muda yang terlihat di bagian mana pun tanaman. Gejala busuk pohon sagu lainnya meliputi:

  • penyakit kanker
  • getah berwarna coklat manis mengalir dari batangnya
  • daun menguning, terdistorsi atau terkulai
  • penampilan tanaman yang layu terus menerus

Anda harus membuang dedaunan yang terinfeksi dan merawat tanaman dengan semprotan jamur atau fungisida sistemik jika Anda mencurigai adanya pembusukan pohon sagu.

Jika tanaman ditanam dalam wadah di pembibitan, banyak unsur hara berharga yang dapat dilepaskan dari tanah melalui penyiraman yang sering. Saat Anda membeli pohon sagu sebagai tanaman hias, Anda harus memindahkannya ke tanah baru yang segar.

Baik tanaman hias atau tanaman lanskap, pohon sagu memiliki kebutuhan magnesium yang tinggi. Kekurangan unsur hara dapat membuat tanaman lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Agar pohon sagu Anda tetap sehat, pupuklah dengan pupuk khusus sawit yang mengandung ekstra magnesium (dengan angka NPK-Mg seperti 12-4-12-4). Pupuk umum 10-5-10 juga bisa digunakan, tetapi tanaman sagu paling baik digunakan dengan pupuk slow release.

Tinggalkan Balasan