Terkadang nama makanan bisa menyesatkan. Katakanlah, misalnya, Anda memiliki resep yang meminta sawi putih endive. Apakah Anda memerlukan bahan tambahan kopi atau salad sayuran? Tentu saja, memilih pilihan yang salah akan membuat perbedaan besar pada hasil masakan. Untuk menghindari masalah ini, mari kita perjelas kebingungan antara sawi putih dan endif.
Apa itu endif, escarole dan sawi putih
Mungkin Anda pernah melihat tanaman endive, escarole, dan sawi putih terletak di antara daun selada di toko bahan makanan terdekat dan bertanya-tanya apakah salad sayuran ini adalah sejenis selada. Meskipun semua sayuran berdaun hijau ini termasuk dalam keluarga aster, selada termasuk dalam genus Lactuca .
Endif, escarole dan sawi putih termasuk dalam genus Cicorium dan merupakan jenis sawi putih . Sebagian besar jenis sawi putih berasal dari wilayah Mediterania dan telah digunakan sebagai sumber makanan selama berabad-abad. Daun sawi putih sering digunakan sebagai salad dan masakan.
Escarole vs. Andewi
Untuk membedakan jenis sawi putih, mari kita bahas dulu perbedaan escarole dan endive . Nama umum “endive” mungkin merujuk pada Cicorium endivia , spesies dua tahunan yang biasanya ditanam sebagai salad berdaun hijau tahunan.
Spesies C. endivia hadir dalam dua jenis daun, tergantung varietasnya. Salad berdaun hijau dengan daun sempit dan keriting biasanya dipasarkan sebagai endive, curly endive, atau curly endive. Varietas berdaun lebar sering disebut “escarole”, “Batavian endive”, “grumolo” atau “scarola”.
Kedua jenis C. endivia memiliki rasa daun yang ringan hingga sedikit pahit yang benar-benar menambah rasa pada salad segar berbahan selada. Sayuran berdaun hijau ini juga bisa digunakan dalam masakan. Tanaman C. endivia berbentuk kepala seperti roset yang dapat dipenuhi daun dengan rapat.
Chicory vs Endif
Istilah “sawi putih” umumnya diperuntukkan bagi anggota spesies Cichorium intybus . Beberapa varietas C. intybus ditanam untuk digunakan sebagai sayuran salad, yang lain dipanen untuk diambil akar tunggangnya. Kebingungan bisa muncul ketika sawi putih jenis C. intybus dipasarkan dengan nama endive.
Untuk membantu memperjelas kebingungan sawi putih-endive, mari kita jelajahi berbagai varietas dan subspesies C. intybus :
- Radicchio – Radicchio , juga disebut sawi putih Italia, jenis sawi putih dengan daun merah berbentuk kepala ini populer dalam campuran salad dan masakan Italia.
- Chicory Dandelion Italia – Penampilannya sangat mirip dengan sayuran dandelion ( Taraxacum officinale ), varietas ini membentuk kepala padat sayuran pahit yang digunakan dalam salad segar dan untuk memasak. Bisa juga dipasarkan dalam bentuk daun sawi putih, Catalogna atau asparagus endive.
- Puntarelle – Tunas muda atau hati sawi putih yang lembut ini tidak memiliki karakter daun seperti dedaunan dewasa. Ia juga disebut Catalogna di galatina, ciorcia asparago atau ciorcia di Catalogna.
- Sawi putih biasa – Variasi liar dari spesies Eropa C. intybus , bunga tanaman berwarna biru cerah ini tersebar di pinggir jalan dan ladang di seluruh Amerika Serikat. Daun dandelion dari sawi putih biasa bisa dimakan.
- Akar Chicory – Kopi atau bahan tambahan kopi dibuat dengan cara memanggang, menggiling dan menyeduh akar tunggang varietas C. intybus seperti Magdeburg atau dandelion Italia. Minuman panas ini berasal dari Perancis saat terjadi kekurangan kopi pada tahun 1800-an. Sejak itu menjadi populer di seluruh dunia.
- Chicon – Kelezatan berdaun lebat ini dihasilkan dengan memaksa berbagai varietas akar C. intybus . Chicons juga dipasarkan dengan nama French endive, Belgian endive, white endive, Dutch chicory atau witloof chicory.
Dengan begitu banyak nama berbeda yang beredar, mudah untuk memahami mengapa kebingungan chicory-endive ada. Daripada mengandalkan nama pemasaran, disarankan untuk membedakan jenis sawi putih berdasarkan penampilan fisiknya.